Klarifikasi Dirut BUMDES Sibabat

 

PakarnewsRiau -Inhu.Klarifikasi oleh 09 Juni 2026 jam 19.40 Dirut BUMDES usaha mandiri uang yang di pinjam kades sebesar Rp.50.000.000 sudah di bayarkan pada 12 mei 2026 

"Sudah dibayarkan bg itu bukti kwitansi serta photonya bg "ungkap Dirut bumdesma sibabat.

Dan yang di pertanyakan adalah dana CSR sisanya dari 170 juta tersebut sisa dana sebesar Rp 93.000.000 ini diminta untuk di usut tuntas .

 Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan pada 19 Januari 2026, mencuat pengakuan mengenai penggunaan dana BUMDes Usaha Mandiri sebesar Rp50.000.000 pada September 2025. Dana yang seharusnya diperuntukkan bagi penguatan ekonomi desa tersebut diduga dialihkan oleh Jamini sebagai uang muka (panjar) pembelian lahan kebun karet seluas 2 hektar di Desa Tanah Datar atas nama pribadi.

”Dana BUMDes itu seharusnya dikelola untuk kesejahteraan masyarakat, bukan justru dijadikan modal untuk memperluas aset pribadi,” ujar salah satu warga desa yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Selain dana BUMDes, pengelolaan dana bantuan dari PT Inecda sebesar Rp170.000.000 untuk perluasan lahan pemakaman desa juga dipertanyakan. Dari total bantuan tersebut, baru Rp77.000.000 yang dialokasikan untuk kegiatan fisik dan staking.

Sisa dana sebesar Rp93.000.000 sempat mengendap di rekening pribadi sang Kades. Temuan fakta menunjukkan bahwa dana tersebut baru disetorkan kembali ke kas pada 20 Januari 2026 pukul 14:04 WIB, tepat satu hari setelah pihak media melakukan konfirmasi terkait transparansi anggaran tersebut.

Indikasi lain yang memperkeruh situasi adalah temuan transaksi transfer sebesar Rp2.000.000 dari Jamini kepada seorang oknum wartawan berinisial RA pada 20 Januari 2026 pukul 17:20 WIB. Waktu transfer yang berdekatan dengan pengembalian dana desa ini memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai upaya koordinasi atau “uang tutup mulut” terkait temuan anggaran desa.(Elly s)

Lebih baru Lebih lama